{"id":1087,"date":"2025-07-16T03:53:05","date_gmt":"2025-07-16T03:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/?p=1087"},"modified":"2025-07-16T03:53:07","modified_gmt":"2025-07-16T03:53:07","slug":"program-pammase-ikhtiar-upt-sd-negeri-10-benteng-menanamkan-moderasi-beragama-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/2025\/07\/16\/program-pammase-ikhtiar-upt-sd-negeri-10-benteng-menanamkan-moderasi-beragama-sejak-dini\/","title":{"rendered":"Program PAMMASE: Ikhtiar UPT SD Negeri 10 Benteng Menanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIDRAP.SUARAGURUSULSELNEWS.COM\u2014Dalam upaya membentuk generasi yang toleran dan berkarakter, Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng Zulkifli,S.Pd.I.,M.Pd.I menerapkan program inovatif bertajuk PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama Bagi Peserta Didik). Program ini merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif di tengah keberagaman agama peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terletak di Kampung Baru, Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, UPT SD Negeri 10 Benteng menjadi miniatur keberagaman Indonesia. Dari total 104 peserta didik, sebanyak 78 beragama Islam dan 26 lainnya menganut agama Hindu Towani Tolotang. Keberagaman ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat interaksi lintas agama masih terbatas dan pemahaman terhadap perbedaan keyakinan belum merata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan dan Peluang<br>Tantangan utama dalam penerapan moderasi beragama di sekolah meliputi perbedaan pemahaman keagamaan, keterbatasan pemahaman guru, persepsi eksklusif dari sebagian orang tua, serta minimnya fasilitas pendukung. Namun, kondisi ini juga menjadi peluang besar untuk mendidik anak-anak sejak dini tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program PAMMASE: Pilar Moderasi di Lingkungan Sekolah<br>Program PAMMASE disusun untuk memperkuat pemahaman bahwa perbedaan agama bukanlah hambatan, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Tujuannya bukan untuk menyeragamkan keyakinan, melainkan menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini dijalankan melalui lima strategi utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sosialisasi Bertahap dan Berkelanjutan<br>Sosialisasi dilakukan melalui apel pagi, sebelum salat berjamaah, serta terintegrasi dalam pembelajaran. Guru dan tenaga kependidikan diberikan pelatihan khusus, sementara orang tua dilibatkan melalui pertemuan rutin untuk mendukung nilai-nilai moderasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Penyediaan Fasilitas Inklusif<br>Meski terbatas, sekolah mengoptimalkan ruang yang ada. Ruang komputer digunakan sebagai tempat ibadah peserta didik Muslim, dan ruang kelas 1 difungsikan untuk kegiatan keagamaan Hindu. Sekolah juga mengusulkan renovasi rumah dinas guru menjadi mushola dan ruang belajar agama Hindu.<\/li>\n\n\n\n<li>Pembinaan Keagamaan yang Berimbang<br>Peserta didik mendapat pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya. Program Jumat Literasi dimanfaatkan untuk mendalami kitab suci masing-masing. Kegiatan seperti Pesantren Kilat dan Pasraman juga digelar secara terpisah namun setara.<\/li>\n\n\n\n<li>Kegiatan Kolaboratif Lintas Agama<br>Untuk menumbuhkan persaudaraan, sekolah menggelar kegiatan seperti gerak jalan, karnaval bertema toleransi, buka puasa bersama, hingga aksi peduli kemanusiaan. Semua peserta didik dilibatkan tanpa memandang agama.<\/li>\n\n\n\n<li>Penggunaan Media Komunikasi<br>Poster bertema toleransi dipasang di lingkungan sekolah, sementara media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube sekolah dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan moderasi kepada publik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak Positif Program<br>Penerapan Program PAMMASE menunjukkan hasil menggembirakan. Hubungan antar peserta didik menjadi lebih harmonis, konflik menurun, dan semangat kebersamaan meningkat. Guru menjadi lebih kreatif dalam membangun suasana pembelajaran yang inklusif, sementara keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah juga meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Refleksi dan Harapan Ke Depan<br>Program PAMMASE membuktikan bahwa pendidikan dasar merupakan pondasi penting dalam membangun karakter toleran. Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi antara guru, peserta didik, orang tua, dan dukungan kebijakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, UPT SD Negeri 10 Benteng berharap program ini terus mendapat dukungan, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Dengan komitmen jangka panjang, evaluasi berkala, dan penyempurnaan berkelanjutan, sekolah ini siap menjadi pelopor pendidikan moderasi beragama di tingkat dasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendidikan inklusif dan toleran, Program PAMMASE menjadi investasi berharga dalam mencetak generasi penerus bangsa yang mampu menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman yang ada. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIDRAP.SUARAGURUSULSELNEWS.COM\u2014Dalam upaya membentuk generasi yang toleran dan berkarakter, Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng Zulkifli,S.Pd.I.,M.Pd.I menerapkan program inovatif bertajuk PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama Bagi Peserta Didik). Program ini merupakan wujud&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1088,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[217],"class_list":["post-1087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sidrap","tag-program-pammase-ikhtiar-upt-sd-negeri-10-benteng-menanamkan-moderasi-beragama-sejak-dini"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1.jpg",1440,960,false],"landscape":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1.jpg",1440,960,false],"portraits":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1.jpg",1440,960,false],"thumbnail":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1-300x200.jpg",300,200,true],"large":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1-1024x683.jpg",1024,683,true],"1536x1536":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1.jpg",1440,960,false],"2048x2048":["https:\/\/suaragurusulselnew.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250716-WA0033-1.jpg",1440,960,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Admin","author_link":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/author\/admin2\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/category\/sidrap\/\" rel=\"category tag\">Sidrap<\/a>","rttpg_excerpt":"SIDRAP.SUARAGURUSULSELNEWS.COM\u2014Dalam upaya membentuk generasi yang toleran dan berkarakter, Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng Zulkifli,S.Pd.I.,M.Pd.I menerapkan program inovatif bertajuk PAMMASE (Penerapan Moderasi Beragama Bagi Peserta Didik). Program ini merupakan wujud&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1087"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1089,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1087\/revisions\/1089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaragurusulselnew.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}