SIDRAP. SUARAGURUSULSELNEWS.COM– Sekolah Guru Indonesia (SGI) sukses menyelenggarakan lokakarya dengan tema “Kepemimpinan Guru dan Murid” di UPT SD Negeri 14 Pangkajene pada hari ini, Sabtu, 14 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WITA ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem pendidikan yang sehat melalui sinergi kepemimpinan antara guru dan murid.
Lokakarya ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari beberapa kecamatan di Sidrap dengan rangkaian kegiatan yang terbagi menjadi tiga sesi intensif
Sesi satu, diawali dengan presensi kehadiran dan apel pagi yang khidmat, dilanjutkan dengan pembiasaan positif untuk menanamkan nilai-nilai positif Seperti sesi bedah buku yang inspiratif dan energizer. Bagian krusial dari sesi ini adalah pengisian survei kepemimpinan guru dan lokakarya kepemimpinan guru, di mana para pendidik mendalami peran strategis mereka dalam membentuk karakter murid dan lokakarya kepemimpinan guru.
Memasuki sesi kedua, suasana dicairkan dengan ice breaking yang interaktif. Kemudian, peserta fokus pada penyusunan rencana program kepemimpinan guru, merancang strategi implementasi di lingkungan sekolah masing-masing. Setelah itu, dilanjutkan dengan agenda lokakarya kepemimpinan murid yang memberdayakan para siswa untuk aktif mengambil peran. Puncak sesi ini adalah presentasi rencana kepemimpinan guru dan murid, di mana ide-ide inovatif dipaparkan dan didiskusikan bersama.
Pada sesi ketiga. Dilaksanakan kegiatan tes dan evaluasi pelatihan guna mengukur pemahaman peserta. Dilakukan pula review survei kepemimpinan murid yang telah diisi sebelumnya, menjadi bahan refleksi bersama. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan publikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penyebarluasan informasi.
Lalu ditutup dengan kegiatan pembersihan ruang pelatihan sebagai wujud komitmen terhadap kebersihan dan tanggung jawab bersama.
Wahyu Hafiz Bumi Saputra, salah seorang fasilitator SGI wilayah Sidrap, menegaskan pentingnya lokakarya ini. "Kepemimpinan guru dan murid yang saling mendukung akan menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. . "Dalam sinergi ini, proses belajar tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga karakter dan kepemimpinan yang akan berguna sepanjang hayat."
Diharapkan, hasil dari lokakarya ini dapat diimplementasikan secara konkret di sekolah masing-masing dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan potensi kepemimpinan guru dan murid secara holistik.
(Sahriah)
