SIDRAP.SUARAGURUSULSELNEWS.COM, Rabu, 23 Juli 2025 –
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2025, SMAN 7 Sidenreng Rappang menggelar kegiatan Pertemuan Pagi Ceria sebagai bentuk partisipasi aktif menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini menjadi momen penuh keceriaan, kebersamaan, dan pembentukan karakter siswa melalui semangat sportivitas serta pelestarian budaya lokal.
Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang membangkitkan semangat dan energi positif di pagi hari, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya untuk menanamkan rasa cinta tanah air, serta doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan seluruh peserta didik.
Sebagai bentuk penguatan budaya serta nilai-nilai kebersamaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan tradisional yang seru dan edukatif, antara lain:
Mabbettang (Bermain Tali): Melatih kelincahan dan kekompakan tim.
Air Mengalir (Bermain Pimpong): Mengembangkan koordinasi dan fokus.
Maggoli (Bermain Kelereng): Mengasah ketelitian dan ketangkasan.
Makkenja (Bermain Batu): Permainan strategi dan kecepatan.
Massallo (Petak Umpet): Mengasah kecerdikan dan kerja tim.
Permainan Warna: Edukasi mengenal warna secara menyenangkan.
Lari Kelereng: Menguji keseimbangan dan konsentrasi.
Mab’bong (Bermain Sendal): Permainan penuh tawa dan tantangan.
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa SMAN 7 Sidenreng Rappang. Adapun penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Sekolah, dengan wakil kepala sekolah bertindak sebagai koordinator lapangan, serta wali kelas dan guru sebagai pendamping kegiatan.
Kepala SMAN 7 Sidenreng Rappang, Rustan Jalil, menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Nasional ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebagai upaya membangun karakter, menanamkan nilai-nilai luhur, serta mempererat hubungan antarsesama warga sekolah dalam suasana penuh kegembiraan dan kebudayaan.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat semangat belajar dan kreativitas siswa kita,” ujar Rustan Jalil.
Peringatan ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh kembang yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.
