
JENEPONTO,
SUARAGURUSULSELNEW.COM–Sudah berbulan-bulan proyek rehabilitasi bangunan perpustakaan dan laboratorium SMP Negeri 1 Kelara hingga kini belum jelas arah penyelesaiannya, walaupun sebelumnya Kepala Inspektorat Kabupaten Jeneponto bersama tim sudah pernah datang dan menyaksikan langsung bobroknya pekerjaan proyek tersebut.
Selain Inspektorat Kabupaten Jeneponto juga menurut sumber disekolah itu mengatakan jika Bsdan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah melihat langsung fakta dari hancurnya pekerjaan proyek yang hingga saat ini tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Salah seorang guru disekolah itu mengatakan bahwa ia bersama guru- guru lainnya sangat menyayangkan pihak pekerja yang menyebabkan kedua bangunan tidak dapat difungsikan, sehingga buku-buku, lemari meja dan rak buku perpustakaan sudah banyak yang rusak tidak terurus karena bangunan yang terbengkalai penyelesaiannya.
Dari kondisi seperti itu, sejumlah guru disekolah tersebut mempertanyakan bagaimana kelanjutan dari pekerjaan itu, apakah dibiarkan saja seperti itu tanpa ada tindak lanjut atau kedatangan Kepala Inspektorat bersama tim dan BPK menyaksikan secara langsung hanya sekedar jalan-jalan saja.
Sumber juga menyebutkan bahwa betapa hancurnya proyek itu, karena ada beberapa item yang tidak dianggarkan juga dibongkar lalu dibiarkan terbuka tanpa dikerja, seperti plafon teras, tegel dinding, dan ketika pekerja ditanya, kenapa ini tidak dikerja, jawabnya itu tidak dianggarkan, lalu kenapa dibuka kalau tidak ada anggarannya, kacau kata sumber.
Sementara pembangunan tribun di lapangan Soeharto yang merupakan satu paket dengan dua bangunan dalam lokasi SMP Negeri 1 Kelara Jeneponto dengan biaya lebih 1 milyar juga terkesan asal jadi, ini lebih kacau, karena tidak berbanding lurus antara biaya yang dihabiskan dengan hasil pekerjaan yang dihasilkan, tambahnya. TIM
