BULUKUMBA.SUARAGURUSULSEL.NEWS.COM—Terlihat Beberapa siswa pramuka dan siswa kelas 5 SD Negeri 293 Tanah Kongkong membersihkan selokan area masjid Islamic Center Dato Tiro. Mengingat selokan merupakan saluran pembuangan air yang penting dalam sistem drainase perkotaan. Namun, sayangnya, selokan sering menjadi tempat akhir bagi sampah plastik yang mencemari lingkungan kita.
Plastik adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, plastik juga merupakan bahan yang sulit terurai secara alami. Banyak jenis plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk benar-benar terurai. Akibatnya, sampah plastik yang terbuang sembarangan di selokan tidak hanya mencemari lingkungan sekitar, tetapi juga dapat merusak ekosistem air dan mengancam kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
Pencemaran sampah plastik di selokan telah menjadi masalah yang mendesak di banyak kota di Indonesia. Salah satunya selokan yang berada di jalan Sultan Hasanuddin kelurahan Bintarore, Kab Bulukumba.
Jalan Sultan Hasanuddin ini adalah salah satu tempat yang dulunya indah dan bersih, tetapi seiring berjalannya waktu, selokan di sana telah berubah menjadi pemandangan yang menyedihkan. Selokan yang seharusnya menjadi saluran aliran air yang bersih, kini kotor dan penuh dengan sampah. Sampah-sampah plastik, kertas, dan bahan-bahan lainnya menumpuk di dalam selokan, menciptakan pemandangan yang menjijikkan dan memprihatinkan.
Selain tampilan fisiknya yang buruk, selokan yang kotor ini telah menciptakan berbagai masalah serius. Air yang mengalir di dalamnya menjadi tercemar, menghasilkan bau tak sedap dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat.
Selokan yang tersumbat ini juga menjadi penyebab banjir ketika hujan turun dengan deras. Air hujan tidak dapat mengalir dengan baik karena selokan yang penuh dengan sampah, dan ini berakibat pada banjir yang merendam jalan-jalan dan rumah-rumah di sekitarnya.
Ketika selokan kotor dan penuh sampah tidak dibersihkan secara teratur, hal ini membahayakan lingkungan sekitarnya, termasuk tumbuhan dan hewan-hewan yang menghuni daerah tersebut.
Menyadari bahaya tersebut beberapa siswa yang peduli akan lingkungan sekitar terlihat membersihkan area selokan masjid yang letaknya berhadapan dengan sekolah SD. Peduli lingkungan berarti peduli pada diri sendiri. Maka dari itu mari kita sayangi diri kita dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat apalagi sampah tersebut di buang di selokan yang tentunya akan memberikan dampak negatif untuk kehidupan yang sejahtera.#Ely.
