
SUARAGURUSULSELNEW.COM;
BANTAENG – Transformasi peran guru menjadi aktor utama dalam mewujudkan “Indonesia Emas 2045” menjadi tema besar yang diusung dalam Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Pajukukang. Acara yang memilih tempat tak biasa, yaitu di Warkop Bang Noval , ini dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 , untuk memilih pengurus masa bakti 2025-2030.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh kunci pendidikan di Bantaeng, termasuk Drs. H. Asri Sahrun SC, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng , serta Drs. Samsud Samad, MM, Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng beserta rombongan.
Dalam berbagai hal, Ketua Panitia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi semua pihak, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan teknis yang mungkin terjadi selama acara berlangsung.
Ketua PGRI Cabang Pajukukang masa bakti 2020-2025, Muhammad Yusri, S.Pd , dalam sambutannya dengan permohonan maaf atas keterlambatan penyelenggaraan konferensi yang disebabkan oleh beberapa kendala teknis. Ia kemudian menekankan pentingnya persatuan.
“Rajut kebersamaan dan kolaborasi demi PGRI yang lebih baik,” ajak Muhammad Yusri.
Peringatan Keras Soal ‘Generasi Strawberry’
Sambutan dari Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng, Drs. Samsud Samad, MM , menjadi sorotan utama. Ia menegaskan bahwa tema transformasi PGRI Indonesia Emas adalah amanah dari pengurus pusat hingga mengomel. Ia juga melontarkan pertanyaan mendasar: siapa aktor utama yang akan mengisi tahun 2045?
“Aktor itu adalah usia anak-anak sekolah kita yang ada sekarang di SD dan SMP. Oleh karena itu, tugas kita sebagai guru di garda terdepan sangat besar. Kuatkan kompetensi dasar dan kuatkan solidaritas kita,” tegas Drs. Samsud Samad.
Lebih lanjut, ia menyoroti gejala-gejala psikologis yang “sangat memprihatinkan” pada kalangan pelajar SMP di Bantaeng, yang ditandai dengan luapan emosi tak terkendali. Ia menduga kondisi ini dipicu oleh penumpukan tekanan dan berkurangnya pelemasan emosi.
“Ini mungkin menjadi pelajaran bagi kita. Jangan sampai mereka lahir menjadi generasi strawberry, cantik dilihat dari luar, disanjung, tapi tidak bertahan menghadapi masalah sedikit, mereka menyerah, tidak suka dengan tantangan,” ujarnya dengan nada memantik empati.
Dinas Pendidikan Dorong Refleksi dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng, Drs. H. Asri Sahrun SC, M.Si , memberikan injeksi semangat. Ia berharap semua pihak terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. “Setiap pribadi guru, Kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat, mari kita melakukan Refleksi dan Evaluasi setiap kegiatan pada pekan berjalan,” ajaknya.
Di akhir sambutan, Kepala Dinas juga menyampaikan kabar gembira mengenai Gerakan Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan yang digagasnya, yang kini mulai menunjukkan hasil positif.
Konferensi ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan PGRI Cabang Pajukukang untuk melahirkan program kerja yang solid dan transformatif dalam rangka mempersiapkan generasi yang tangguh dan kompeten untuk masa depan bangsa.
@amykajang
