SGI Dorong Guru Sidrap Jadi Agen Perubahan Lewat Pelatihan Tripusat Pendidikan dan TFT

Bagikan -

SIDRAP.SUARAGURUSULSELNEWS.COM– Sekolah Guru Indonesia (SGI) telah sukses menyelenggarakan lokakarya intensif selama dua hari yang berfokus pada peningkatan kapasitas pendidik di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan yang berlangsung pada Senin-Selasa, 10-11 November 2025, ini bertempat di Aula Gedung Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidrap.

Lokakarya ini mengusung tema “Kolaborasi Tripusat Pendidikan dan Kelas Guru Trainer (TFT)”. Sebanyak 24 peserta, yang terdiri dari para kepala sekolah dan guru-guru terpilih dari beberapa sekolah di wilayah tersebut, hadir untuk mengikuti rangkaian materi dan praktik.

Tujuan utama dari lokakarya ini adalah untuk membekali para pendidik dengan strategi dan keterampilan praktis dalam membangun sinergi yang kuat antara tiga pilar utama pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat (Tripusat Pendidikan). Selain itu, SGI juga memberikan pembekalan khusus melalui Kelas Guru Trainer (TFT) untuk mengasah keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan kemampuan melatih rekan sejawat.

Sahriah, salah satu Fasilitator Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang hadir sebagai pemateri, menyampaikan harapan besarnya terhadap dampak kegiatan ini.

“Kami berharap lokakarya ini mampu memberikan penguatan yang signifikan bagi para guru dan kepala sekolah,” ujar Sahriah. “Fokus kami ada dua: pertama, menguatkan peran mereka sebagai motor penggerak dalam membangun kolaborasi tripusat pendidikan yang efektif di lingkungan sekolah masing-masing. Kedua, melalui sesi TFT, kami ingin meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri mereka, sehingga mereka tidak hanya mumpuni di kelas, tetapi juga piawai dalam berbagi ilmu dan praktik baik kepada komunitas yang lebih luas.”

Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi secara teoretis tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi praktik public speaking dan penyusunan rencana aksi kolaborasi.

Dengan berakhirnya lokakarya ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru yang telah berpartisipasi dapat kembali ke satuan pendidikan masing-masing sebagai agen perubahan yang siap mengimplementasikan kolaborasi yang lebih erat dengan orang tua siswa dan masyarakat, serta menjadi pelatih bagi rekan-rekan guru lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *