
SUARAGURUSULSELNEW.COM–BANTAENG, [15/4/2025] – Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bantaeng yang dinanti-nantikan, diadakan pada Hari Rabu tanggal 16 April 2025 di Gedung Guru Jalan PGRI Raya Kabupaten Bantaeng semakin dekat. Momentum ini menjadi ajang penting untuk menentukan arah dan kepemimpinan PGRI Bantaeng Lima tahun ke depan, dengan harapan terpilihnya sosok yang mampu mengayomi dan memperjuangkan hak-hak guru.
Kenangan akan almarhum Ketua PGRI Bantaeng, Safruddin S.Pd., MM, masih terpatri dalam ingatan. Pesan bijaknya, “PGRI adalah rumah kita,” menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan dan keutuhan organisasi. Pesan ini menjadi relevan di tengah dinamika konferensi, di mana muncul harapan agar calon pemimpin menjauhkan diri dari kepentingan pribadi dan menjadikan PGRI sebagai wadah perjuangan bersama.
Harapan besar muncul pada calon pemimpin PGRI Bantaeng masa bakti 2025-2029. Sosok yang diharapkan adalah pejuang sejati, pelindung, dan pengayom bagi para guru di Kabupaten Bantaeng. Tantangan yang dihadapi guru di lapangan, mulai dari perlindungan, kesejahteraan, hingga martabat guru di Kabupaten Bantaeng, memerlukan pemimpin yang tangguh dan konservasi.
“Wahai calon pemimpin PGRI Kabupaten Bantaeng masa bakti 2025-2029, majulah secara sehat. Perbaiki niat dan tekadmu sebelum memimpin PGRI Kabupaten Bantaeng,” seru [NRM/Unsur Cabang PGRI Bantaeng]. Tugas berat menanti, dan para guru membutuhkan pemimpin yang tulus mengabdi, ikhlas berbagi, dan tidak menjadi kaki tangan pihak-pihak di luar bingkai PGRI.
Konferensi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan persatuan guru di Bantaeng. Semangat “Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas Yesss!” menggema, menandai tekad bersama untuk memperjuangkan hak dan martabat guru.
Poin-poin penting yang diharapkan dari calon pemimpin PGRI Bantaeng: Integritas dan Dedikasi: Mengutamakan kepentingan guru di atas kepentingan pribadi.; Perjuangan dan Perlindungan: Mampu memperjuangkan hak-hak guru dan memberikan perlindungan yang dibutuhkan.; Pengayoman dan Kesejahteraan: Memperhatikan kesejahteraan guru dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.; Martabat Guru: Menjaga dan meningkatkan martabat profesi guru.; Solidaritas dan Kebersamaan: Memperkuat persatuan dan kesatuan guru di Bantaeng.; Tidak menjadi kaki tangan pihak diluar PGRI.
Konferensi PGRI Bantaeng 2025 diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bantaeng, demi terwujudnya guru yang sejahtera dan diharapkan.
@amykajang
